Pemprov Sumsel Dukung Percepatan Pengembangan KEK TAA

Palembang, Pusaranupdate.com- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) tepatnya di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dapat menjadi peluang besar untuk menarik investasi masuk ke Sumsel. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumsel akan terus menggaungkan investasi kawasan ini dan mendukung penuh percepatan pengembangan KEK TAA.

Hal tersebut disampaikan langsung Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya saat memimpin rapat pembahasan usulan pengembangan KEK TAA bersama pimpinan PT. Tri Patria Abadi selaku pengembang KEK TAA dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Senin (13/1/2020).

Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya mengatakan, Pemprov Sumsel maupun Pemkab Banyuasin sangat mendukung agar KEK TAA dapat segera dikembangkan, baik itu perizinan maupun kesiapan infrastruktur yang ada. Sehingga tindak lanjut pada pembangunan selanjutnya juga dapat dilaksanakan dengan baik.

“Prinsipnya kita mendorong, namun sebelum itu, kita harapkan ada kesepakatan yang mendetail mengenai hak, tanggung jawab, dan tugas masing-masing pihak yang terkait dalam KEK TAA ini. Sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan lanjutan dalam kewenangan pimpinan daerah,” jelasnya.

Kepada PT. Tri Patria Abadi yang ditunjuk sebagai pengembang KEK TAA, Wakil Gubbernur Sumsel H. Mawardi Yahya mengharapkan dalam proses pembangunannya dapat melibatkan BUMD yang ada di daerah. “Dalam hal ini, sebagai pemilik lahan yaitu PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) dan PT Sei Sembilang,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Setda Provinsi Sumsel, Yohannes H. Toruan mengatakan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut hasil pertemuan bersama Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, hasil pertemuan itu disetujui untuk membentuk konsorsium pengusul KEK TAA dan telah ditetapkan deadline dalam penyusunan master plan, AMDAL kawasan, studi kelayakan yaitu pada awal Tahun 2020 agar segera disampaikan usulannya pada Menko Perekonomian pada bulan Maret 2020.

“Rapat kali ini diarahkan pada persiapan pengembangan TAA dalam hal investor, refinery, alat berat dan penyediaan infrastruktur,” ujar Yohannes.

Dilain kesempatan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumsel, Megaria di Palembang mengatakan, Pemprov Sumsel akan mengajukan revisi rencana pembangunan KEK yang sebelumnya telah tertuang dalam PP Nomor 51 Tahun 2014 dikarenakan pemprov telah menyelesaikan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), dan ke depan akan menyelesaikan AMDAL.

Menurutnya, melalui upaya ini, pemprov optimistis investasi akan meningkat pada tahun 2020 atau melampaui capaian tahun 2019 lalu yakni sekitar Rp. 26 triliun.

“Pada 2019, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mendominasi yakni berkisar 60 persen, sisanya 40 persen merupakan penanaman modal asing (PMA). Terdapat 461 proyek PMA dan 744 proyek PMDN di Sumsel. Optimisme kenaikan investasi di Sumsel karena semakin baiknya koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota mengenai peluang investasi,” terang Megaria.

“Selain itu, BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) juga mengawal percepatan investasi di Sumsel, sehingga mempermudah pemprov untuk menarik investor. Kami juga bentuk tim satgas untuk mengawal masalah perizinan. Jadi, akan lebih mempermudah investor yang ingin tanam investasi di Sumsel,” lanjutnya. (Mc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *