Ketua DPW MOI: Gubernur Harus Bentuk Tim Ahli Khusus Media

0
65

BENGKULU, Pusaranupdate.com – Usai audiensi dengan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Media Online Indonesia (DPW MOI) Provinsi Bengkulu, K. Hadi menyarankan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah harus bentuk tim ahli media massa. Hal ini disampaikannya, lantaran Gubernur mengkritik keras terkait kualitas pemberitaan media terkhusus media online.

Ia mengatakan, dengan adanya tim ahli tersebut keinginan Gubernur terhadap kualitas wartawan dalam menulis pasti akan terealisasi. Tidak hanya itu, tugas Gubernur sebagai pembina organisasi termasuk organisasi media juga betul-betul terlihat.

“Nantinya dengan tim ahli media massa tersebut, Pemda Provinsi Bengkulu bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam hal meningkatkan kemampuan wartawan, seperti pelatihan jurnalistik ataupun pra-UKW termasuk sosialisasi UU Pers,” ucapnya.

Selain itu, dirinya juga menilai apa yang disampaikan Gubernur terkait kualitas media tidak sebanding dengan apa yang dilakukan Pemprov. Kegiatan dalam hal membina media massa tidak berjalan dengan baik.

Padahal, Pemprov mampu melaksanakan kegiatan dalam meningkatkan kompetensi wartawan tersebut. Tapi sampai saat ini kegiatan tersebut tak kunjunng dilaksanakan.

“Seharusnya melalui bidang pembinaan media di Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu kegiatan seperti ini bisa banyak dilakukan. Namun nyatanya hal ini tidak berjalan, bahkan sibuk dengan anggaran publikasi media saja,” kata Hadi.

Ia juga mengungkapkan, dirinya sangat senang dan menghargai saran serta masukan dari Gubernur, walau dirasa pedih ini sangat membangun.

“Maka itu, kami MOI siap menjadi mitra Pemprov untuk mewujudkan hal itu, mewujudkan SDM yang sehat, agar pemberitaan yang diproduksi juga sehat,” ungkapnya.

Sedangkan itu disampaikan juga, dengan adanya tim ahli tersebut, para media juga dapat berdiskusi terkait berita seperti apa yang baik menurut Gubernur.

“Ya jangan sampai mis komunikasi, tim ahli kan bisa menerjemahkan apa yang diinginkan Gubernur dalam istilah media atau jurnalistik. Jadi kami juga bisa paham dan tidak melangkahi kode etik jurnalistik, apalagi menghilangkan managemen kritik,” cetusnya.

Untuk itu, Hadi juga menkritik Gubernur agar pula mengevaluasi diri, apalagi terhadap pembinaan media massa yang baik khususnya media online. Bahkan ia juga menyebut agar Gubernur bisa menahan kata-kata yang tidak baik dalam mengkritik media.

“Ya dasarnya di situ, bagaimana media berkualitas baik jika pembinaan juga tidak baik,” tegasnya.

Jadi itu pula, lanjutnya, hadirnya MOI di Bengkulu memilki visi menjadikan media online di Provinsi Bengkulu sebagai media yang sehat, sehat dalam SDM, produksi berita dan finansial.

“Saya harap MOI dan Pemerintah Provinsi Bemgkulu bisa sinergis dalam mewujudkan hal ini,” pungkasnya.(d12)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here