Kota Bengkulu, Pusaranupdate.com – Saat berkunjung ke Kota Bengkulu, Deputi KSPK BKKBN RI Novian Andusti mengapresiasi Pemerintah Kota Bengkulu, dalam hal ini Walikota Helmi Hasan yang menggalakkan Kota Bengkulu merdeka stunting atau zero stunting.
Ia mengaku Walikota Helmi memegang peran krusial yang mana sukses mengajak seluruh stakeholder dalam
menekan angka stunting di Kota Bengkulu. “Komitmen luar biasa dari bapak Walikota dan jajarannya, daerah lain mencanangkan grebek stunting untuk mengurangi angka stunting. Tapi beliau malah lebih gigih lagi dengan mencanangkan zero stunting,” ujar Novian dihadapan jajaran Pemkot Bengkulu.
Menurutnya, Kota Bengkulu menjadi kunci keberhasilan Provinsi Bengkulu dalam menurunkan angka stunting. “Ini
luar biasa, gebrakan Kota Bengkulu dalam penurunan angka stunting dari 22,1 menjadi 12,9 persen (2022) patut
diapresiasi, dan lebih hebatnya lagi angka ini di bawah rata-rata nasional,” jelasnya.
Setelah itu, Novian menjelaskan, Ada tiga kerugian jika anak mengalami stunting yakni tidak tumbuh baiknya postur.
Kemudian membuat tidak cerdas, dalam artian IQ dan daya tangkap otaknya dibawah rata-rata dan ketiga ketika
dewasa sering sakit-sakitan, dan hal ini tentunya menyusahkan orang sekitarnya. Untuk itu, Ia berpesan untuk tetap menjaga kestabilan pravelensi stunting di kota Bengkulu dan terus menggalakkan program merdeka stunting.
Kemudian, dalam menekan stunting diberbagai daerah. Pemerintah Pusat menekankan bantuan stunting yang
diberikan masyarakat harus tetap sasaran, apalagi hari ini Jumat (14/7), Pemkot Bengkulu resmi melaunching dapur
sehat atasi stunting (Dashat).

Peluncuran Dahsat ini sebagai upaya mewanti uang tunai yang diberikan secara langsung ke masyarakat, tetapi
bukan dikosumsi oleh ibu hamil atau bayi terindikasi stunting melainkan oleh anggota keluarga lainnya.
terpisah dengan Kepala BPKAD Kota Bengkulu, turut apresiasi atas Pemerintah Kota Bengkulu, dalam hal ini Walikota Helmi Hasan yang menggalakkan Kota Bengkulu merdeka stunting atau zero stunting, Kota Bengkulu menjadi kunci keberhasilan Provinsi Bengkulu dalam menurunkan angka stunting. “Ini luar biasa, gebrakan Kota Bengkulu dalam penurunan angka stunting dari 22,1 menjadi 12,9 persen (2022) semoga kedepanya tetap mempertahankan angka stunting ini,”pungkas Yudi susanda. (Red)












Komentar