Kota Bengkulu, Pusaranupdate.com – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi ikut menanggapi peristiwa perundungan atau pengeroyokan terhadap seorang siswi di salah satu SMA di Kota Bengkulu yang viral. Dedy mengatakan peristiwa itu menjadi pekerjaan rumah bersama, termasuk dirinya sebagai wali kota, mengingat kejadian tersebut terjadi di wilayah Kota Bengkulu.
Hal itu disampaikan Dedy saat menghadiri acara Diseminasi Pendekatan Metode Montessori dalam Penguatan Mutu Raudhatul Athfal di Mercure Hotel, Jumat (6/2/26). Ia meminta seluruh orang tua dan para guru mulai dari TK/PAUD/RA, SD hingga SMP untuk lebih memperhatikan siswa serta menanamkan pendidikan agama dan moral sejak dini.
Menurut Dedy, kasus bullying tersebut menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Ia juga menyoroti maraknya aksi geng motor remaja dan fenomena anak usia belasan tahun yang menghirup lem hingga sempoyongan di jalan. Kondisi ini dinilainya sebagai bentuk kemerosotan moral yang harus segera ditangani bersama.
Terkait kegiatan diseminasi, Dedy mengapresiasi pendekatan Metode Montessori yang diterapkan Humaira Madrasahku. Ia berharap inovasi pendidikan terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang berakhlak dan bermoral.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Bengkulu Nopian Gustari, Pembina Humaira Rodok Suryo Nugroho, Ketua Jurusan Tarbiyah UINFAS Bengkulu Ustadzah Azizah Ayati, serta Founder Humaira Madrasah Dr. Rina Rafflesia. Dalam kesempatan itu, Dr. Rina menjelaskan perjalanan riset panjang pengembangan metode Montessori yang dilakukan sejak 2017 hingga 2025 melalui berbagai riset di Jepang dan Eropa.
Kakan Kemenag Kota Bengkulu Nopian Gustari juga mengapresiasi inovasi pendidikan yang dilakukan Humaira, seraya menegaskan pentingnya transformasi dan peningkatan kompetensi guru dalam penerapan metode Montessori.
Di sisi lain, Kepala BPKAD Kota Bengkulu Yudi Susanda menyampaikan bahwa persoalan kenakalan remaja dan bullying menjadi perhatian bersama pemerintah daerah, sehingga penguatan pendidikan moral sejak usia dini sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda.
Kepala BPKAD Kota Bengkulu Yudi Susanda menilai sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua harus diperkuat agar berbagai persoalan sosial remaja di Kota Bengkulu dapat ditekan secara bertahap.
Peran orang tua harus mendidik anak jangan sampai moral terganggu karena ini sangat penting membentuk karakter Generasi muda Kedepannya.(Red)












Komentar