oleh

BPKAD Kota Mendukung Penuh intruksi Wawali, Pastikan Semua Warga Punya Nomor HP Lurah

Kota Bengkulu, Pusaranupdate.com – Kepala BPKAD Kota Bengkulu Apresiasi langkah Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, didampingi Sekda Arif Gunadi bersama para Asisten, Staf Ahli dan beberapa Kepala OPD berkunjung ke 9 Kecamatan.

Disampaikannya, sudah seharusnya camat dan Lurah Harus Memberikan Nomor HV kepada Masyarakat, Karena ketika ada laporan atau keluhan warga bisa langsung menghubungi pak lurah ataupun camat, karena Lurah dan camat adalah perpanjangan tangan dari pemerintah kota ditengah masyarakat, kita BPKAD mendukung penuh apa yang di sampaikan oleh pak Dedy Wahyudi agar lurah/camat memberikan Nomornya,”jelas Yudi susanda.kamis (27/4/23)

Kunjungan dimulai dari Kecamatan Muara Bangkahulu, Sungai Serut, dilanjutkan ke Teluk Segara, Ratu Samban, Ratu Agung, Gading Cempaka, Singaran Pati, Selebar dan ditutup Kecamatan Kampung Melayu.

Tujuan Dedy dan jajaran menyambangi berbagai Kecamatan yakni menjalin silaturahmi dan memastikan pelayanan untuk masyarakat telah berjalan pasca libur Idulfitri.

Dihadapan para lurah yang hadir, Dedy berpesan agar senantiasa meningkatkan pelayanan untuk masyarakat. Karena sejatinya tugas jajaran pemerintah mengabdi untuk masyarakat, apalagi lurah dikenal sebagai perpanjangan tangan Walikota – Wawali di tengah masyarakat.

Untuk itu, Dedy ingin seluruh lurah memberikan nomornya untuk masyarakat, sehingga ketika masyarakat butuh bantuan dapat menghubungi langsung lurahnya.

“Para lurah tolong untuk sering turun ke masyarakat. Selain itu, pastikan setiap warga punya nomor bapak – ibu lurah. Jadi apabila ada masalah di tengah masyarakat, mereka bisa menghubungi bapak – ibu,” ungkap Dedy.

“Meski repot, tapi inilah risiko kita sebagai pelayanan masyarakat,” sambungnya.

Dedy menjelaskan, pelayanan yang diberikan Camat – Lurah di tengah masyarakat berbeda dengan pelayanan publik diberbagai OPD yang bersifat administratif. Pasalnya di tengah masyarakat, Camat dan Lurah benar-benar bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mengetahui permasalahannya.

“Bapak – ibu ini sebagai pelayanan masyarakat, tentu beda dengan pelayanan yang ada di Bapenda, Dukcapil dan sebagainya itu. Karena bapak – ibu sebagai perpanjangan tangan Walikota – Wawali di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed