Meski Program TMMD Berakhir, TNI Bojonegoro Terus Bergerak Berdayakan Masyarakat Desa

0
9

BOJONEGORO – Meskipun kegiatan Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke 110 tahun 2021 diwilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah berakhir, hal tersebut tak membuat jajaran TNI Kodim 0813 Bojonegoro surut dalam melaksanakan pendampingan bagi masyarakat. Hal ini merupakan suatu upaya dalam memberdayakan masyarakat, dengan pendampingan berbagai kegiatan. Sekaligus juga mengaplikasikan adanya kegiatan non fisik program TMMD seperti pelatihan serta sosialisasi.

Hal ini seperti yang dilaksanakan oleh anggota Kodim 0813 Bojonegoro yang masih berada dilokasi pasca adanya TMMD ke 110 di Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, yang melakukan kegiatan pendampingan bagi para petani yang melakukan kesibukan memanen hasil panen mereka.

Salah satunya pendampingan ini dilakukan kepada Lamin (58), salah satu petani yang sedang melakukan panen terong di sawah miliknya. Lamin, dibantu oleh anggota Kodim 0813 Bojonegoro memanen hasil sawahnya untuk dijual ke pasar.

Anggota Kodim Bojonegoro, kepada Lamin juga memberikan pengetahuan terkait langkah langkah pemasaran terong agar tidak tertipu oleh tengkulak atau pedagang terong yang sengaja ingin membeli hasil panennya dengan harga murah. Kemudian anggota Kodim 0813 Bojonegoro mengajaknya agar terong hasil panen ini dijual langsung ke pasar yang terdekat.

Pasiter Kodim 0813 Bojonegoro Kapten Inf Surahmat, memaparkan saat dikonfirmasi Wartawan, bahwa para anggota Kodim yang masih ada di lokasi pasca TMMD untuk melakukan pendampingan terhadap warga setelah kegiatan TMMD ditutup, hal ini agar memberikan wawasan berkelanjutan kepada para masyarakat yang membutuhkan bantuan serta pemikiran para anggota Kodim.

“Hal ini kita lakukan untuk memberikan manfaat bagi  masyarakat agar bisa meningkatkan SDM dan juga membantu memberikan saran pemikiran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai bidangnya,” ungkapnya, Minggu (4/4/2021).

Seperti yang dilakukan anggotanya yang mendampingi para petani terong saat melakukan panen agar tidak tertipu oleh para tengkulak yang sengaja memainkan harga.

“Biasanya jika panen banyak tengkulak berkeliaran, sehingga membeli hasil panen para petani dengan harga murah,” tambah Pasiter.

Pendampingan tersebut yang harus dilakukan untuk mengambil langkah pemikiran dan strategi agar hasil panen mendapatkan harga yang pantas dan tidak merugikan para petani yaitu seperti menjual langsung ke pasar kepada pembeli langsung dan tengkulak yang benar benar berdagang terong.

Lamin, yang mendapatkan pendampingan petani yang sedang memanen hasil panen terong ini menyampaikan banyak terima kasih atas saran dan masukkan dari anggota TNI Kodim 0813 Bojonegoro yang sangat dirasakan manfaatnya. Selain membantu pemikiran para anggota TNI ini juga tenaga melakukan kegiatan membantu panen di sawah miliknya.

“Memang apa yang disampaikan oleh bapak bapak TNI ini benar, terkadang saat panen kami mendapatkan harga yang sangat murah, sehingga penghasilan kami dari panen sedikit,” ucapnya.

Dari arahan anggota Kodim, akhirnya Lamin kemudian membawa terong terongnya hasil panen dari sawah langsung ke pasar terdekat dan menjual langsung ke para tengkulak atau pedagang sayur terong yang ada di pasar dengan bantuan para anggota Kodim 0813 Bojonegoro untuk mendapatkan hasil yang lumayan. (Pendim 0813)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here