oleh

Antrean Panjang BBM di SPBU Bengkulu, Pemprov Imbau Warga Tidak Panic Buying

Foto; Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana.

Bengkulu, Pusaranupdate.com – Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan melalui Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, menegaskan bahwa stok BBM di Bengkulu masih dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan normal.

“Pemprov Bengkulu mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Stok BBM masih aman dan distribusi terus berjalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran BBM di berbagai SPBU serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat tetap terpenuhi.

“Pertamina menjamin, semua jenis BBM aman tidak terjadi pembatasan dalam penyaluran. Beberapa hari kedepan juga akan tiba lagi melalui terminal pulau baai untuk stok lebaran,” jelasnya

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) juga memastikan pasokan BBM di Bengkulu dalam kondisi aman dan tidak terdampak isu konflik internasional.

Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, Mochammad Farid Akbar, menjelaskan bahwa penyaluran BBM dari Terminal Pulau Baai pada Kamis (6/3) berjalan normal dengan distribusi Pertalite sebanyak 688 kiloliter (KL), Pertamax 336 KL, dan Biosolar 219 KL.

Untuk ketersediaan stok, Pertamina memastikan pasokan masih mencukupi untuk beberapa hari ke depan. Pertamax yang masuk ke terminal hari ini tercatat sebanyak 930 KL dan diperkirakan cukup untuk lebih dari empat hari.

Sementara stok Pertalite mencapai 2.873 KL yang diperkirakan bertahan hingga lima hari, serta Biosolar B40 sebanyak 4.557 KL yang diproyeksikan mencukupi hingga 13 hari.

Selain itu, tambahan pasokan juga dijadwalkan tiba melalui kapal tanker. Pada Kamis malam sekitar pukul 19.30 WIB, kapal SPOB Dato Siri Loe diperkirakan tiba membawa tambahan Pertalite sebanyak 3.500 KL.

Selanjutnya, pada 8 Maret mendatang juga dijadwalkan kedatangan kapal SPOB Gaharu Oleum 18 yang membawa pasokan Pertalite sebanyak 2.400 KL serta Pertamax sebanyak 1.600 KL.

Menanggapi isu yang beredar mengenai ketersediaan BBM yang disebut-sebut hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, Farid menegaskan bahwa informasi tersebut tidak berdampak pada kondisi pasokan BBM di Bengkulu.

“Stok aman. Tidak ada pembatasan penyaluran BBM dari terminal ke SPBU. Sejauh ini belum ada dampak konflik internasional terhadap ketahanan stok BBM di Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah dan Pertamina berharap masyarakat tetap tenang serta membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan normal di seluruh wilayah Bengkulu.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed