Palembang, sumsel, Pusaranupdate.com- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru resmi melaunching program Sumsel Berahlak bersamaan dengan acara Dzikir dan Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H sekaligus peringatan HUT KORPRI ke-48 di Griya Agung Palembang, Kamis (14/11/2019) malam.
Launching program Sumsel Berahlak merupakan upaya Pemerintah Provinsi Sumsel mengamalkan ajaran Islam melaui program yang akan dijalankan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Sumsel.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengharapkan melalui program ini dapat mewujudkan Sumsel yang religius, beriman, berahlak dan bertakwa serta mulia. Menurutnya, ukuran ahlak setiap manusia berbeda, sehingga salah satu program prioritas pemerintah Provinsi Sumsel yaitu mencetak generasi muda Sumsel yang berakhlak mulia.
“Saya sampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel saat ini sangat konsen dalam Pembinaan program keagamaan untuk mewujudkan Sumsel yang religius, beriman berahlak dan bertakwa serta mulia. Selain program Sumsel Berahlak juga ada program satu desa satu rumah tahfidz dengan target 2.862 desa dan 386 kelurahan di Sumsel” ungkapnya.
Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H yang bertema “Meneladani Nabi, Membangun Negeri” itu menghadirkan penceramah KH. Yahya Cholil Staquf. Dikesempatan ini Gubernur Sumsel H Herman Deru mengajak semua hadirin untuk mengikuti acara ini dengan penuh semangat, khusyuk serta ikhlas.
Menurutnya, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW juga untuk mengenang dan melihat kembali apa yang dapat dijadikan panutan dari sosok Rasullullah.
“Banyak keteladanan yang harus diikuti daripada Nabi Muhammad SAW mulai dari disiplin, tanggung jawab terhadap tugas, serta ikhlas dalam mengerjakan sesuatu,” ujar Herman Deru.
Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Herman Deru mengajak untuk mengevaluasi diri dan merubah perilaku masyarakat kearah yang lebih baik dari sebelumnya dalam tataran ibadah secara vertikal maupun horizontal melalui peningkatan iman dan taqwa serta semakin tinggi kesalehan sosial.
“Kita dengan tulus dan ikhlas mau mengintrospeksi diri atas apa yang telah dilakukan selama ini. Selain itu juga bagaimana kita mau dan mampu mencontoh keteladanan Rasulullah dalam sikap hidup kita sehari-hari. Maka, bagi Saya peringatan Maulid Nabi ini benar-benar bisa menjiwai kehidupan kita dalam tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.(Rls)












Komentar