Jelang Ramadhan, Emak-Emak Tagih Janji Kempanye Tabung Gas Melon Gratis dari Gubernur Bengkulu

0
76

BENGKULU, Pusaranupdate.com – Janji adalah utang, kalimat ini keluhan dari emak-emak di Provinsi Bengkulu, yang menagih janji Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat kampanye Pemilihan Gubernur Bengkulu 2020 lalu.
Meski sudah dilantik sejak Februari 2021 lalu, belum ada tanda-tanda janji ini akan direalisasikan Gubernur Rohidin.

Apalagi menjelang Ramadhan tahun 2021 ini, kebutuhan akan tabung gas 3 kilogram itu, makin meningkat. Banyak kalangan ibu-ibu menanyakan kapan Gubernur Bengkulu membayar utang janji Pilgub 2020 lalu.

“Janjinya mana? Katanya tabung gas melon (3 Kg) gratis. Ini dah mau masuk puasa, janji itu kan hutang. Semoga pemerintah tidak hanya janji, tapi harus tepati janji,” keluh Martini, warga Kota Bengkulu yang sehari-hari menjual gorengan.

Senada dengan Yeyen, yang menjual tabung gas 3 Kg. Dia sering kali ditanya pembeli soal tabung gas 3 Kg yang sempat dijanjikan gratis oleh Gubernur Bengkulu Rohidin. “Emangnya warung kami ini punya Rohidin. Gak ada itu tabung melon gratis,” ucap Yeyen.

Pertamina Tak Ada Kuota Subsidi
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Hj. Baidari Citra Dewi, SH via telepon kepada wartawan mengatakan boleh saja Gubernur Bengkulu mempunyai program tabung gas gratis itu, saat kampanye beberapa waktu lalu.

Namun demikian, kenyataan yang diperoleh srikandi yang dikenal pejuang Emak-emak di Bengkulu ini, mendapati Pertamina tidak punya kuota untuk subsidi.

“Saya sudah hubungi dan konfirmasi ke Pertamina. Mungkin program pak Gubernur itu diluar Pertamina. Sedangkan subsidi (Pertamina) saja terbatas. Masyarakat itu menagihnya pasti ke pak Gubernurnya, dengan programnya yang sudah disampaikan waktu kampanye. Kalau Pertamina waktu kita tanya, tidak ada untuk program itu. Tidak ada sama sekali. Ini yang perlu digaris bawahi,” jelas Baidari via telvon.

Lanjut Baidari, wajar saja jika masyarakat menagih janji. Karena program itu sudah dijanjikan, apa salahnya janji itu dipenuhi.
“Itu namanya menagih hutang dan janji. Masyarakat memilih itu kan sesuai program, janjinya harus dilaksanakan juga. Karena janji adalah utang,” tutup Baidari.(RL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here