Kota Bengkulu, Pusaranupdate.com – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menyelaraskan program daerah dengan instruksi Presiden RI mengenai gerakan kebersihan nasional. Pemkot Bengkulu akan merombak strategi pengelolaan sampah mulai dari tingkat hulu hingga pemanfaatan inovatif sebagai pakan ikan.
Dalam arahannya di hadapan para lurah dan pimpinan lembaga, Wali Kota mengungkapkan bahwa mulai tahun 2026, Dana Kelurahan akan diprioritaskan khusus untuk urusan kebersihan. Setiap kelurahan di Kota Bengkulu direncanakan menerima alokasi Rp200 juta untuk memperkuat penanganan sampah di wilayah masing-masing.
Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kota Bengkulu Will Hopi meluncurkan inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pakan ikan alternatif. Program yang menggandeng Yayasan Bina Hijau Mandiri ini bertujuan menekan biaya produksi perikanan, khususnya bagi pembudidaya lele yang selama ini terkendala mahalnya harga pakan pabrikan.
Wali Kota juga mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah dan mengadopsi sistem yang telah diterapkan di negara maju. Ia menegaskan bahwa perluasan TPA senilai Rp3,5 miliar tidak akan efektif tanpa kesadaran kolektif untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Proyek percontohan pemilahan sampah akan segera dimulai di beberapa kelurahan sebelum diterapkan secara luas.
Di sisi lain, Kepala BPKAD Kota Bengkulu Yudi Susanda menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung pengalokasian Dana Kelurahan untuk program kebersihan agar penggunaannya tepat sasaran dan berjalan efektif.
Kepala BPKAD Kota Bengkulu Yudi Susanda menilai penguatan anggaran di tingkat kelurahan menjadi langkah strategis dalam mendukung program pengelolaan sampah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan Kota Bengkulu yang lebih bersih dan tertata.
Setiap kelurahan di Kota Bengkulu direncanakan menerima alokasi Rp200 juta untuk memperkuat penanganan sampah di wilayah masing-masing,”terang Yudi.(Red)











Komentar