Oleh: Iwan Hendarwan, S.IP.M.A.P (ASN Diskominfo Kota Bengkulu)
Kota Bengkulu, Pusaranupdate.com -Pariwisata merupakan salah satu sumber PAD yang paling potensial dimiliki setiap daerah untuk dikembangkan menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat, terlebih lagi saat ini pembangunan pariwisata dikota Bengkulu sekarang sedang digalakkan oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi
Pembangunan industri pariwisata yang mampu mengentaskan kemiskinan adalah pariwisata yang mempunyai trickle down effect bagi masyarakat setempat. Terlebih lagi kota Bengkulu memiliki banyak sekali objek wisata yang indah dan menarik wisatawan untuk dikembangkan dan menjadi destinasi unggulan pariwisata daerah.
Sehingga sudah sewajarnya lah pemerintah mulai melakukan perencanaan, penataan, pencanangan dan mengalakkan program pembangunan pariwisata sebagai prioritas sekaligus menempatkan nya sebagai pendekatan alternatif pembangunan.
Pengembangan pariwisata daerah sebagai bagian dari pembangunan daerah merupakan sektor yang tidak bisa berdiri sendiri dan dikelola sendiri,
Pengembangan pariwisata harus melibatkan sektor -sektor lain, sehingga harus di”KEROYOK” oleh beberapa banyak institusi atau OPD yang terlibat didalam pengembangannya.
Dalam pembangunan didaerah terkait dengan pengembangan kepariwisataan pemerintah bertanggung jawab atas empat hal utama Yaitu ; perencanaan kawasan pariwisata, pembangunan fasilitas utama dan pendukung pariwisata, pengeluaran kebijakan pariwisata dan pembuatan dan penegakan peraturan.
Dan salah satu daerah dan kota yang berhasil menjadikan pariwisata sebagai unggulan sumber PAD adalah Jogjakarta.
Sebagai salah satu tujuan destinasi pariwisata di Indonesia, Jogjakarta memiliki banyak sekali warisan peninggalan budaya, bangunan bersejarah ,alam yang indah dan penduduk yang ramah ,sangat familiar sekali dan sadar akan wisata.
Jadi sangat tepat apabila pemerintah Kota Bengkulu dan beberapa kepala OPD melakukan studi tiru dan menjadikan kota Jogja sebagai tempat belajar bagaimana pariwisata bisa berkembang pesat dan selalu dirindukan untuk selalu dikunjungi.(**)












Komentar