Bengkulu,pusaranupdate.com –Potensi sumber daya laut dan pesisir Bengkulu menjadi perhatian Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dimana Bengkulu mempunyai garis pantai sepanjang 524 KM yang merupakan keunggulan tersendiri bagi Bengkulu.
Hal ini diungkapkan Rohidin Mersyah saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Nusantara Tahun 2018, Kamis (13/12) di halaman kantor Gubernur .
Pada acara tersebut Rohidin Mersyah menyerahkan 3 sertifikat kelayakan pengolahan (SKP) dari Badan Karantina Ikan kepada UD. Sinar Mas Kota Bengkulu, UD. Soni Kota Bengkulu dan KSU Mutiara Selatan Kab. Bengkulu Selatan. Sertifikat ini menyatakan bahwa ketiganya telah memiliki lisensi untuk ekspor.
“Tadi kita memberikan sertifikat kepada para pelaku usaha perikanan ini yang siap untuk melakukan ekspor di tahun 2019 yang akan datang,” jelasnya.
Kedepan, gubernur ingin ada peningkatan volume tangkapan ikan termasuk ikan – ikan berkualitas yang memiliki persyaratan tertentu. Menurutnya jika hal ini bisa berkembang maka akan meningkatkan meningkatkan ekonomi Bengkulu sekaligus pendapatan para nelayan.
Gubernur juga mengingatkan selain peningkatan daya tangkap, fungsi – fungsi non ekonomi lainnya yaitu pelestaraian, konservasi serta menjaga ekosistem laut juga menjadi perhatian semua pihak tidak hanya pemerintah sendiri.
“Kita ingin bagaimana menjaga kondisi laut dan wilayah pesisir agar tetap terkonservasi dengan baik sehingga terpertahankan fungsi – fungsi lingkungan untuk kepentingan generasi yang akan datang.”
“Sekarang kita lebih memasyarakatkan teknologi tangkap yang ramah lingkungan, kemudian kita mendorong untuk ekspor hasil tangkapan termasuk ada pengolahan industri turunan karena itu yang bisa dilakukan oleh nelayan kita,” terang Rohidin Mersyah.
Kepala Dinas Kalautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu Ivan Samsurizal mengungkapkan Peringatan Hari Nusantara Tahun 2018 ini merupakan momentum untuk menuju Visit 2020 Wonderful Bengkulu dan mendorong Provinsi Bengkulu menjadi Provinsi Maritim Unggulan Nusantara.
Guna mendorong para nelayan untuk menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, pihaknya telah menyerahkan bantuan alat tangkap ramah lingkungan kepada 7 Kabupaten/Kota. Selain itu Dinas DKP juga melakukan pelatihan SKK 60 Mill yaitu 30 nelayan dari 7 Kab/Kota pesisir untuk menggunakan kapal di atas 30 GT hingga 82 GT yang didampingi oleh Balai Besar Penangkapan Ikan dari Semarang
“Itu salah satu upaya kita untuk mensosialisasikan sebenarnya dengan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan produksi Insya Allah tidak akan menurun,” jelas Kadis DKP Provinsi Bengkulu Ivan Samsurizal.
Aacara tersebut dihadiri FKPD Provinsi Bengkulu diantaranya Kapolda Bengkulu, Danrem 041 Gamas, Danlanal Bengkulu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Asiten, Kepala OPD serta tamu undangan lainnya. (mc)












Komentar