oleh

Waka III DPRD Provinsi Agus Riyadi, Minta Pemprov Siaga Penuh Lonjakan Jelang Nataru

Foto: Waka III DPRD Provinsi Agus Riyadi.

Bengkulu, Pusaranupdate.com – Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bengkulu, Agus Riyadi, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan penuh Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menghadapi potensi bencana alam menjelang musim hujan akhir tahun (Mataru), bersamaan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Penegasan tersebut disampaikan Agus usai Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Forkopimda yang dipimpin Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan dihadiri seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (8/12/2025).

Menurut Agus, Bengkulu merupakan daerah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi, terutama akibat faktor geografis yang berada di pesisir Samudra Hindia. Data operasi SAR sepanjang 2025 yang mencatat 38 operasi dengan 277 korban, di mana mayoritas berasal dari kecelakaan kapal, menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Kondisi ini tidak bisa dianggap biasa. Pemprov Bengkulu harus benar-benar berada dalam kondisi siaga penuh. Seluruh perangkat daerah, mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan hingga pemerintah kabupaten dan kota, harus memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana Mataru,” tegas Agus.

Ia menilai pemetaan risiko bencana yang dipaparkan dalam rapat koordinasi tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan, terlebih dengan adanya peringatan dini bibit siklon 93W dan 91S dari Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.

Agus juga menyoroti kesiapan sektor kesehatan sebagai aspek krusial dalam penanganan bencana. Menurutnya, penyiagaan ratusan fasilitas layanan kesehatan harus benar-benar dibarengi dengan kesiapan tenaga medis, obat-obatan, hingga jalur evakuasi, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor yang berpotensi terisolasi.

“Jangan sampai ketika bencana terjadi, masyarakat justru kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Ini yang harus kita antisipasi sejak sekarang,” ujarnya.

Selain itu, Agus mendorong penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk sektor energi, transportasi, dan kebencanaan, agar pelayanan publik tetap berjalan optimal selama periode Nataru. Kesiapan distribusi BBM, pengamanan arus perjalanan, serta dukungan tim SAR dinilai sangat menentukan keselamatan masyarakat.

“Momentum Nataru dan Mataru ini harus kita jadikan titik penguatan sistem mitigasi bencana. Keselamatan warga adalah prioritas utama dan tidak boleh ada celah dalam koordinasi,” tutup Agus.

Di sisi lain, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan turut mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan bencana, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan. Ia meminta seluruh kelurahan, kecamatan, hingga RT dan RW untuk mengawasi kebiasaan membuang sampah sembarangan yang kerap memicu tersumbatnya drainase dan menyebabkan banjir saat hujan deras,”tutupnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed