oleh

Anggota DPRD Seluma Tenno Heika Angkat Bicara, Bupati Diminta Mengambil Langkah Tegas Dugaan Kasus Asusila

 

Seluma, Pusaranupdate.com – Sebelumnya berita ini sudah di tanyakan oleh media Garudaily.com dengan judul: Oknum Pejabat Dinas Pendidikan Seluma Lecehkan Guru SMP, Maksa Mau Peluk dan Cium, Ngajak ke Jakarta dan Nyanyi Berdua.

Oknum pejabat di Dinas Pendidikan Seluma diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap salah seorang guru SMP yang bertugas di Kabupaten Seluma. Oknum tersebut pernah memaksa mau peluk dan cium, juga pernah ajak korban ke Jakarta. Senin (12/7/2021).

Mengenai Hal tersebut yang sudah viral di beberapa media, redaksi mengkonfirmasi kepada Anggota DPRD Seluma Tenno Heika, S.Sos, MM dari Partai NASDEM angkat Bicara, ia sangat menyesali atas perbuatan oknum pejabat dinas pendidikan kalau ini memang terbukti saya mewakil DPRD kabupaten Seluma  meminta Bupati untuk segera mengambil tindakan yang sudah dilakukan oleh oknum pejabat tersebut, sementara waktu silakan untuk memangil dan tindak lanjuti terlebih dahulu, apa bila ini memang  terbukti berarti melanggar hukum bukan lagi melanggar cacat administrasi, kami meminta Bupati untuk segera menonaktifkan ,”jelas tenno Heika saat dikonfigurasi.

Sambungnya, untuk PNS Seluma Ini harus mengambil tindakan tegas Jangan sampai ini menjadi penomena konsumsi Bupati, hingga pernyataan-pernyataan Masyarakat mengiring Opini sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah kabupaten Seluma kalau ini tidak ada tindakan,”paparnya tenno Heika.

Lanjut, kami meminta permasalahan ini untuk segera ditindaklanjuti dan dipanggil oknum kadis pendidikan dan oknum gurunya, apa bila mereka mengaku bersalah secara indispliner itu sudah melanggar UUD pendidikan dan bertentangan dengan Nawa cita presiden RI Jokowi Dodo, ini sudah mencerminkan buruknya citra pendidikan di kabupaten Seluma,”tegasnya.

Sementara, itu ketua konsorsium Kabupaten Seluma Ujang cahaya, mengatakan sangat mengutuk keras atas perbuatan yang sudah dilakukan oleh oknum pejabat pendidikan, saya mewakili Konsorsium meminta Bupati untuk mengevaluasi/menonaktifkan oknum pejabat tersebut, Jangan Sampai program menuju seluma “ALAP” di citrai oleh perbuatan yang tidak mencerminkan pendidikan dan ini menjadi sebuah pelajajaran bagi penjabat yang lain,”tutupnya (RED/UJ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed