oleh

Gubernur Helmi: Kehadiran Sekolah Rakyat Wujud Kepedulian Pemerintah, Peroleh Akses Pendidikan Layak

Bengkulu, Pusaranupdate.com – Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, kini telah mencapai 96,91 persen. Pemerintah menargetkan sekolah tersebut sudah siap digunakan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Agustus 2026.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan mengatakan pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Pendidikan menjadi hal yang sangat prioritas bagi bangsa. Ini adalah program yang sangat berharga yang lahir di era Presiden Prabowo,” kata Helmi Hasan.

Helmi menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu sejak awal menunjukkan komitmen kuat mendukung program Sekolah Rakyat. Berkat dukungan tersebut, Bengkulu mendapat kepercayaan membangun dua Sekolah Rakyat, yakni di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, dan Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur.

Selain itu, Bengkulu juga menjadi salah satu daerah penerima pembangunan Sekolah Garuda yang berlokasi di Kabupaten Rejang Lebong.

Untuk pembangunan dua Sekolah Rakyat tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 500 miliar. Sekolah ini diproyeksikan menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak Bengkulu, terutama mereka yang selama ini mengalami kendala mengakses pendidikan.

“Yang penting proses belajar mengajar bisa terlaksana dengan baik, sehingga siswa-siswi kita dapat menjadi putra-putri Merah Putih terbaik,” jelas Helmi. (30/7/2027).

Helmi menegaskan, program Sekolah Rakyat lahir sebagai jawaban atas berbagai persoalan pendidikan, termasuk masih adanya anak-anak yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi maupun akses.

“Presiden tidak ingin ada lagi siswa-siswi di Bengkulu yang tidak sekolah,” tegas Helmi.

Karena itu, ia meminta Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta seluruh perangkat daerah terkait bergerak aktif mencari anak-anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan.

Menurut Helmi, pelacakan juga dapat dilakukan melalui data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) agar tidak ada lagi anak yang terlewat.

“Coba juga dilakukan tracking melalui Dukcapil karena semuanya sudah terdata. Jangan sampai ada lagi anak bangsa yang tidak sekolah,” papar Helmi.

Helmi memastikan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama pemerintah kabupaten dan kota siap memberikan dukungan penuh terhadap operasional Sekolah Rakyat.

 

Sementara itu, Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu Hari Setiadi mengatakan setiap Sekolah Rakyat akan menerima 270 siswa baru setiap tahun sesuai ketentuan Kementerian Sosial, yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Pada jenjang SD, pembelajaran tahap awal akan menggunakan sistem multi entry karena sementara baru tersedia satu rombongan belajar. Mekanisme pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama Dinas Pendidikan,” ucap Hari.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Bengkulu akan menerima 46 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 226 siswa SMA. Kegiatan belajar mengajar akan didukung oleh 14 guru dan 41 tenaga kependidikan.

Ke depan, satu kompleks Sekolah Rakyat di Bengkulu dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar. Rinciannya, jenjang SD memiliki 18 rombongan belajar dengan kapasitas 540 siswa, sedangkan SMP dan SMA masing-masing memiliki sembilan rombongan belajar dengan kapasitas 270 siswa,”Demikian.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed