Ket Foto: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Saat di wawancara.
Bengkulu, Pusaranupdate.com – Gubernur Bengkulu Prof. Rohidin Mersyah mengingatkan agar pegawai negeri dan masyarakat bijak dalam membelanjakan gaji dan THR. Belanja berlebihan, terutama di bulan Ramadhan dan Idul Fitri, dapat menjadi salah satu pemicu inflasi.
“Inflasi bukan hanya soal barang dan uang, tapi juga suasana hati dan perasaan. Belanja bijak itu berpengaruh sekali,” ujar Rohidin pada Minggu, 24 Maret 2024.
Rohidin mengamati kecenderungan masyarakat untuk menghabiskan seluruh uangnya, termasuk THR, menjelang Lebaran. “Kadang-kadang ada pikiran, pokoknya uang kalau sudah dapat dibagikan bulan Ramadan itu harus habis sebelum atau pas lebaran. Jadi berapa pun uang diberikan, THR, bahkan simpanan sedikit-sedikit itu habis semua di lebaran di belanjakan,” tuturnya.
Kebiasaan ini, menurut Rohidin, tidak hanya boros, tetapi juga memicu inflasi. “Belum tentu yang dibelanjakan itu kebutuhan. Malah hanya karena keinginan atau nafsu berbelanja sesaat. Ini yang membuat akhirnya berpengaruh pada inflasi. Belanja sudah tidak menghitung-hitung kebutuhan lagi.”

Oleh karena itu, Rohidin mengajak masyarakat untuk memprioritaskan kebutuhan pokok dan menabung sebagian dari THR untuk kebutuhan masa depan. “Belanjakan THR dengan bijak, utamakan kebutuhan pokok dan sisihkan sebagian untuk ditabung. Jangan sampai inflasi naik, karena pola belanja yang tidak terkontrol,” pesannya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Isnan Fajri SSos Mkes menambahkan, pembayaran THR ASN masih menunggu regulasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Tinggal nunggu regulasi turunnya lagi. Dibayarkan, sebelum tanggal 30 Maret nanti,” terangnya.
Total anggaran THR yang disiapkan Pemprov Bengkulu untuk tahun ini adalah Rp 74 miliar, terdiri dari Rp 55 miliar untuk gaji ASN satu bulan dan Rp 19 miliar untuk tunjangan dalam bentuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Mari kita jadikan momen Idul Fitri ini sebagai kesempatan untuk berbagi dan meningkatkan kebersamaan, tanpa harus terjebak dalam pola belanja yang berlebihan. Bijaklah dalam mengelola keuangan, demi masa depan yang lebih cerah,”terang Gubernur.(Red)












Komentar