Bengkulu–Pusaranupdate.com,Meski pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau Provinsi Bengkulu tahap 2 sudah ada titik terang akan berlanjut pada tahun depan, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) harus memastikan dan bergerak cepat di tingkat pusat, sehingga hal tersebut benar-benar terealisasi.
Pasalnya jika pembangunan jalan tol hanya dari Bengkulu-Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah yang sudah 100 persen selesai, merupakan hal yang mubazir saja.
Pernyataan itu diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Provinsi BengkuluYurman Hamedi dalam keterangannya.
“Walaupun pembangunan jalan TOL seksi II Taba Penanjung-Kepahiang diketahui masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2023, namun hal itu tidaklah menjaminan jika pembangunan lanjutan benar-benar terealisasi pada tahun depan,” katanya pada Jumat, (13/5/2022).
Menurutnya, tidak semua program pembangunan yang masuk dalam RKP, dapat terealisasi. Mengingat RKP itu hampir sama dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Terlebih biasanya, program yang masuk RKP ataupun RKPD tidak terealisasi, ada beberapa alasan. Seperti tidak adanya anggaran dan alasan lainnya.
“Hal sedemikian bisa saja mengancam pembangunan lanjutan jalan Tol. Apalagi sama-sama kita ketahui, pembangunan jalan tersebut mengandalkan dana pinjaman,” jelasnya.
Selain itu Yurman menyampaikan, dengan itu, semestinya Pemprov jangan terlalu cepat merasa jumawa.
Lain halnya jika sudah teranggarkan dalam APBN dipersilahkan untuk digembar gemborkan, karena sudah hampir bisa dipastikan bakal terealisasi.
Oleh karena itu pihak legislatif menyarankan kepada Gubernur Bengkulu, dapat terus berkoordinasi dan melakukan lobi-lobi ke pihak terkait ditingkat pusat. Apalagi pembangunan jalan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau ini, bukan ruas utama, namun hanya bagian koridor atau sirip dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) saja.
“Kita juga siap mendampingi untuk koordinasi dan lobi-lobi. Mengingat dari koordinasi dengan Kementerian PUPR dan PT. Hutama Karya (HK), mereka memprioritaskan ruas utama terlebih dahulu. Jadi jangan sampai di provinsi kita malah nantinya terkesan ditinggalkan,” terangnya.
Lebih jauh ia menambahkan, koordinasi dan lobi-lobi tersebut merupakan salah satu kunci agar pembangunan lanjutan jalan Tol di Bengkulu dapat segera terealisasi. Apalagi jika tahun depan tidak juga dilanjutkan, maka kecil kemungkinan tahun 2024 bakal dibangun.
“Diketahui tahun 2024 itu pelaksanaan Pemilu, jadi bisa saja ketika Presiden berganti, Perpres yang menjadi dasar pembangunan jalan TOL dicabut,” pungkasnya.









Komentar