Kota Bengkulu, Pusaranupdate.com –terkait pembangunan rehab gedung ruangan kelas SD 42 kota Bengkulu diduga tidak transparan selasa (12/11/21019)

Dalam pembangunan rehab gedung tersebut sesuai pantauan waratawan dilapangan bahwa mulai dari pembangunan hingga sekarang tidak pernah menggunakan papan merek dan sumber dana dari mana alias abal-abal,sebelumya tim redaksi pernah turun kelapangan guna mengecek kebenaran apa benar pembangunan rehab gedung SD 42 kota Bengkulu tidak mengunakan papan merek,namun setelah cros check kelapangan sesuai laporan wartawan kami dilapangan bahwa memang benar tidak adanya papan merek dan sumber pagu dana dari mana sampai sekarang hingga pembangunan hampir selesai.
sebelumnya berita ini sudah Redaksi naikan dengan judul pembangunan Ruang kelas SD 42 Diduga tidak transaparan.Kamis (31/10/2019)
Untuk diketahui, Pemasangan papan proyek itu sebagai bentuk patuh terhadap Undang-Undang RI No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik Pasal 15 Huruf (d.)
Berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012 diatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek. Berdasarkan Perpres nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012 diatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.
Saat dikonfirmasi melalui Via WhatsApp kepala dinas pendidikan kota bengkulu Rosmayeti yang diwakili oleh kepala bidang dasar Disdikbud Kota Bengkulu Beni Rasdiwansyah, pukul 14 :08 WIB ia menjelaskan bahwasanya tiga hari kemarin sudah ketemu kepseknya didiknas dan terkait tidak dipasangnya papan merek mengenai pembangunan rehab gedung SD 42 tersebut sekarang sudah dipasang pak,”ucap Beni saat dikonfirmasi melalui Via WhatsApp.
Lanjut,Beni juga mengungkapkan banyaknya sekolah-sekolah yang ada dikota bengkulu ini ,jadi agak tidak terpantau pak dan terima kasih atas bantuan kontroling atas kegiatan ini,” paparnaya.
Saat redaksi mencoba menghubungi kepala sekolah SD 42 melalui via telvon namun tidak ada jawaban alias tidak diangkat hingga berita ini kami naikan kembali,”tutup.(Tim)












Komentar