oleh

Wawali Dedy, Pastikan Ijazah Siswi SMKN 6 Akan Diserahkan Hari Senin

Bengkulu, Pusaranupdate.com –  Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memastikan permasalahan siswi SMKN 6 Kota Bengkulu yang ijazahnya ditahan sudah selesai dan berakhir happy ending. Ini diungkapkannya setelah melakukan audiensi bersama pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov, wali murid serta para siswi yang mengalami masalah, yang berlangsung di SMKN 6 Kota Bengkulu, Sabtu (21/8/2021).

“Alhamdulillah, permasalahan siswi yang ijazahnya ditahan berakhir happy ending. Disini, pak Sekdis Disdikbud Provinsi, kabid dan kepsek SMKN 6 hadir untuk menyelesaikannya. Intinya kita hadir ialah untuk membantu mereka, insya allah senin nanti ijazahnya akan diserahkan dengan beberapa persyaratan, salah satunya ialah cap tiga jari siswi bersangkutan,” jelas Dedy.

Dikesempatan tersebut, Dedy mengungkapkan bahwa Walikota bersama dirinya akan siap membantu setiap permasalahan warganya.

“Intinya setiap warga yang butuh bantuan, insya allah Walikota dan saya akan selalu hadir dan membantu. Walaupun mereka di bawah kewenangan provinsi, tetapi mereka meminta tolong kepada kita sebagai warga kota. Awalnya kami juga kaget, tapi yang sudah biarlah berlalu, baiknya ke depan kita saling mengingatkan, apa lagi ini berbicara hak dan sudah seharusnya mereka mendapatkan haknya,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Disdikbud Provinsi Syahjudin Burhan mengungkapkan bahwa sore kemarin pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai siswi SMKN 6 yang viral di medsos tersebut.

“Sore kemarin kita mendapatkan informasinya, setelah itu seluruh pihak bersangkutan mencari alamat kediaman anak tersebut dan menjemputnya,” jelasnya.

Syahjudin menjelaskan bahwa sebenarnya ijazah tersebut bukanlah ditahan, melainkan harus melalui beberapa standar operasional prosedur (SOP) terlebih dahulu.

“Bukan ditahan, tapi ada prosedurnya mulai dari cap tiga jari hingga cap dari sekolah. Dan alhamdulillah Wawali Dedy tadi juga turut hadir dalam menyelesaikan masalah ini dan kabar gembiranya ialah happy ending untuk mereka,” tutur Syahjudin.

Ditanya mengenai hal serupa apakah juga terjadi di sekolah lain, Syahjudin meminta seluruh pihak sekolah untuk cepat menyelesaikan masalah serupa apabila terjadi di tempatnya.

“Apabila ada SMA atau SMK memang ada masalah serupa, tolong cepatlah diselesaikan,” pintanya.

Apabila terkendala biaya, ia meminta siswa atau siswi bersangkutan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari pihak kelurahan.

“Kalau tidak mampu, sampaikan surat keterangan tidak mampu biar ada solusinya baik dari pihak sekolah maupun Disdikbud,” tutupnya.

Sebagai informasi, ternyata bukan hanya Melya Anggraini, ada tiga temannya yang lain mengalami nasib serupa. Mereka ialah Evelia, Fedri dan Eka Meilani, masing-masing juga menunggak bayar sekolah, dengan besaran yang berbeda, tutupnya.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed