Bengkulu Selatan, pusaranupdate.com –Pekerjaan jalan rabat Betton desa lubuk tapi Kecamatan Ulu Manna di sinyalir banyak penyimpangan dana yang di alokasikan untuk pembangunan fisik kegiatan.kamis (16/1/2020).
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan beberapa titik lokasi pembuatan jalan setapak dengan konstruksi rabat beton yang baru selesai di bangun sekarang sudah banyak yang rusak dan pecah-pecah, misalnya jalan sepanjang lebih kurang 35 m menuju ke arah pasar, semuanya sudah hancur dan nyaris tak terlihat lagi pembuatan semennya.

Awak media sempat mewawancari penduduk setempat, Henri (46), sebagai nara sumber, menjelaskan dengan berapi-api karena geram meliat hasil pekerjaan yang di anggapnya asal-asalan. Ia bercerita kepada awak media terkait pekerjaan rabat beton itu tidak sesuai ukuran dan aturan yang ada,”Ucap warga.
Semennya sangat sedikit, buktinya sekarang sudah hancur dan tidak memakai alat pengaduk semen (mesin molen). Kami mohon kepada pemerintah untuk diperiksa bila Kades yang korupsi, tolong di tangkap,” tegas Hendri.
Saat di tanya awak media, asal material dengan tegas Henri mengatakan bahwa materia di ambil di air Manna dengan menggunakan kendaraan ojek untuk pengangkutan bahan material.
Dengan demikian Berti selain fisik pekerjaan di duga kades lubuk tapi ini melanggar UU no 4 tahun 2009 tentang galian C.
Pada kesempatan yang sama, awak media bengkulu interaktif sempat bertemu dengan Kades Lubuk,Kades mengatakan, kerusakan-kerusakan rabat beton itu biasa saja, apalagi sekali-sekali ada kendaraan roda empat yang lalu lalang di situ, jadi menurut saya hal yang biasa,”terang kades.
Tahun depan bisa kita usulkan lagi untuk di perbaiki, jelas ibu Kades, Vonny,” dengan santainya, seolah-olah tidak merasa ada permasalahan dalam kegiatan pembangunan jalan tersebut,”tutup.(syani)










Komentar