Bengkulu, Pusaranupdate.com – Polemik pembuatan baju seragam sekolah SMA N 7 Kota Bengkulu semakin membingungkan wali murid, karena harganya melambung tinggi, berdasarkan informasi dari wali murid saat wartawan konfirmasi (2/11/2021) harganya bervariasi dari 2,5 juta hingga 3,4 jt.
Iya Pak kami tidak tau berapa harga perstel pakaian, dan berapa harga keseluruhan kalau kami ambil termasuk sepatu, menurut wali murid yang tidak mau disebut namanya karena takut berdampak pada anak nya.
Anak kami ditawarkan untuk memesan baju dan sepatu, karena kalau tidak seragam nanti ada pemeriksaan disiplin anaknya bisa kena hukuman kata wali murid.
Terkait hal itu saat kami konfirmasi kepada Anoza konveksi ibu Elly selaku pemilik mengatakan, bahwa besaran harga tergantung ukuran, dan saat kami tanya apakah ini penjahit, beliau mengatakan kami konveksi dan memesan barang ke Bandung.
Kenapa SMA N 7 membuat baju seragam tidak dengan tukang jahit, padahal di Bengkulu ini banyak tukang jahit yang profesional. Selidik punya selidik ternyata pembuatan baju tersebut belum dirapatkan dengan orang tua wali murid,”sampainya.
Lanjut, Saat kami konfirmasi dengan pengurus Komite SMA N 7, pengurus Komite mengatakan kami tidak tahu murid kelas X sudah memesan baju ke salah satu konveksi di jalan S. Parman.
Jauh hari kami sudah meminta dengan pihak sekolah mengusulkan tiga penjahit/konveksi untuk di seleksi, penjahit/konveksi mana yang layak untuk melaksanakan nya nanti.
Tapi kami menyayangkan pihak sekolah sudah mengarahkan kepada Amoza, yang akhirnya berpolemik.
Sekira pukul 10 tadi, kami berusaha konfirmasi dengan kepala sekolah ternyata Kepala sekolah sedang berada diluar, dan kami diarahkan kepada pak tomin, jawaban pak tomin sekolah hanya menyarankan ke konveksi Anoza kalau mau jahit baju dan kami tidak memaksakan kata beliau mengakhiri pembicaraan.
Menurut Rafik Ketua LSM Guntur , harusnya pihak sekolah dan komite duduk bersama membahas hal tersebut, undang wali murid karena pengurus komite itu perpanjangan tangan dari wali murid, coba terbuka jangan ada yang ditutup-tutupi. Supaya wali murid tenang menyekolahkan anak nya di SMA N 7,”tutup rafik. (Iskdr)
(Sumber : beritakita.click)












Komentar